Mayhem: Legenda Black Metal Norwegia, akan Hancurkan Benteng Vastenburg Solo! Redaksi Biasmedia, November 20, 2025November 20, 2025 Pembakaran gereja, bunuh diri, dan musik yang gelap dan brutal. Ini bukan plot film horor, tapi fragmen sejarah dari salah satu band paling berpengaruh—dan paling kontroversial—dalam dunia musik ekstrem: MAYHEM. Kini, setelah puluhan tahun membangun warisan yang penuh warna (atau lebih tepatnya, kelam), mereka bersiap untuk membawa atmosfirnya yang tak terlupakan ke Indonesia setelah 10 tahun berlalu. Mayhem adalah kelompok musik Black Metal Norwegia yang dibentuk pada 1984. Formasi awalnya terdiri dari Manheim (drummer), Euronymous (gitaris), dan Necrobutcher (bassist). Nama band yang provokatif ini diambil dari lagu “Mayhem With Mercy” milik band Venom. Visi mereka sejak awal jelas: menciptakan musik yang ekstrem, baik dalam suara maupun penampilan. Perjalanan Musik dan Aura KekacauanMayhem bukan sekadar band musik, mereka adalah pusat badai kontroversi di scene Black Metal Norwegia awal tahun 90-an. Keterlibatan beberapa anggota dalam berbagai peristiwa kekerasan, termasuk pembakaran gereja, membuat nama mereka selalu dikaitkan dengan kontroversi. Di tengah hiruk-pikuk itu, mereka konsisten menghasilkan musik. Dari demo-demo awal, mereka merilis EP legendaris “Deathcrush” (1987) yang ludes terjual. Sepanjang karier mereka, Mayhem telah menghasilkan setidaknya 2 EP dan 6 album studio, dari De Mysteriis Dom Sathanas (1994) hingga Daemon (2019). Namun teranyar mereka akan merilis album studio ketujuh mereka yang bertajuk “Liturgy of Death” pada 6 Februari 2026. Single perdana mereka “Weep for Nothing” sudah bisa didengar, menyuguhkan perpaduan blasting atmosferik, bagian doomy, dan sentuhan progresif. Menariknya, gaya musik mereka juga berevolusi, menjelajahi berbagai genre dari Death Metal, Bluegrass, hingga Electronica. “Liturgy of Death” merupakan tindak lanjut dari album studio sebelumnya, Daemon (2019), serta EP Atavistic Black Disorder / Kommando (2021), dan album live Daemonic Rites (2023). Formasi Mayhem untuk album yang akan datang ini tetap konsisten dengan album terdahulunya, ‘Daemon’ yang rilis tahun 2019, yaitu: Attila Csihar (vokal), Necrobutcher (bass), Hellhammer (drum), Ghul (gitar), dan Morten aka Teloch (gitar). Tragedi yang Mengukuhkan MitosPerjalanan Mayhem diwarnai dengan banyak pergantian personel, terutama di posisi vokal. Namun, formasi dengan Dead sebagai vokalis atau yang memiliki nama asli (Per Yngve Ohlin) ini dianggap sebagai salah satu yang paling ikonik sekaligus tragis. Dead (sang vokalis) dikenal sebagai pribadi yang sangat melankolis dan terobsesi dengan kematian. Tingkah lakunya di atas panggung begitu melegenda, ia sering melukai dirinya sendiri dengan pisau, menghiasi panggung dengan kepala babi, dan bahkan memakai pakaian yang sengaja dikubur beberapa minggu dalam tanah, agar membusuk untuk kemudian menambah performanya saat tampil diatas panggung makin sempurna. Obsesinya ini mencapai puncak pada April 1991, ketika ia ditemukan tewas bunuh diri di rumah yang disewanya bersama anggota band lainnya. Euronymous-lah yang menemukan jenazah Dead lebih dulu, dan insiden ini semakin mengukuhkan aura gelap dan mitos yang melekat pada band ini. “Excuse all the blood, Cheers”. itu adalah kata kata terahir yang sempat ia sampaikan melalui goresan tinta di secarik kertas, walaupun anggota-anggota Mayhem lain mengatakan isinya lebih panjang lagi, termasuk “the knife was too dull to finish the job so I had to use the shotgun”, Sungguh sangat mengerikan. Jangkar Akan Dilempar di Kota Solo!Melewati segala kontroversi dan tragedi, satu hal yang tak terbantahkan: Mayhem adalah salah satu legenda hidup dalam dunia musik ekstrem. Kekuatan musik dan kisah – kisah kelam yang tumbuh bersama di sekitar mereka, membuatnya menjadi ikon dalam dunia musk underground khususnya Black Metal. Dan kini, untuk kedua kalinya, mereka akan “melemparkan jangkar” di Indonesia setelah 10 tahun berlalu, tepatnya di Kota Solo. Ini adalah momen yang sangat langka dan pasti sangat ditunggu-tunggu oleh para metalheads tanah air. Sebuah pertunjukan akbar yang menjanjikan pengalaman luar biasa, menghubungkan penonton Indonesia dengan salah satu bab paling penting dalam sejarah dunia Black Metal. Pengen tahu lebih dalam tentang cerita menarik di balik band-band legendaris lainnya? Kunjungi biasmedia.id untuk artikel musik dan artikel – artikel lain yang menarik, tajam dan update! Jangan lupa follow juga sosial media kami untuk info terkini seputar dunia musik dan budaya anak muda lainnya. Spektrum biasmediabudayamusikspiritunderground