KAI Commuter dan Komunitas Railfans Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan di JPL 78 Malang Kotalama Mr Sembranee, August 31, 2026August 31, 2026 Malang — PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) bersama sejumlah komunitas railfans menggelar kegiatan Sosialisasi Perlintasan di JPL 78 kawasan Stasiun Malang Kotalama. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pengguna jalan, mengenai pentingnya keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Dalam kegiatan tersebut, petugas KAI Commuter bersama komunitas railfans memberikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan yang melintas di sekitar JPL 78. Sosialisasi dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membawa sejumlah poster berisi pesan keselamatan perlintasan. Salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah “STOP! Berhenti Sesaat, Patuhi Perlintasan.” Pesan tersebut mengingatkan pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu, sinyal, serta palang perlintasan dan tidak menerobos ketika kereta api akan melintas. Pengurus salah satu komunitas railfans, Fajar Putra K., mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih tertib ketika melintasi perlintasan sebidang, terutama ketika kereta api akan melintas dan palang perlintasan telah ditutup. “Memang sudah seharusnya para pengendara segera berhenti sejenak untuk mendahulukan perjalanan kereta api. Namun, tidak hanya untuk mendahulukan perjalanan kereta semata, yang paling penting adalah demi keselamatan para pengendara itu sendiri,” ujar Fajar. Menurut Fajar, JPL 78 dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena merupakan salah satu titik yang dinilai rawan. Lokasi tersebut berada di kawasan perempatan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di sekitar Malang Kotalama. Selain itu, masih ditemukan pengguna jalan yang menerobos palang perlintasan ketika kereta api akan melintas. “Lokasi ini memang sudah menjadi sorotan karena seringnya para pengendara menerobos palang perlintasan. Hal tersebut sangat membahayakan bagi pengendara itu sendiri maupun perjalanan kereta api,” jelasnya. Ia menilai tingkat keselamatan di kawasan tersebut masih perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek penjagaan di lokasi, tetapi juga dengan tingkat kesadaran masyarakat dalam memahami risiko ketika tidak mematuhi aturan perlintasan. Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan pengguna jalan menerobos perlintasan adalah keinginan untuk mengejar waktu. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian pengendara mengabaikan keselamatan dan tidak mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Fajar juga mengingatkan pengguna jalan untuk memastikan kondisi perlintasan sebelum melintas. Dia menambahkan, sebaiknya memperhatikan situasi dari kedua arah, memastikan sirene belum berbunyi, serta memastikan palang perlintasan masih terbuka. “Kalau sirene sudah berbunyi dan palang sudah tertutup, seharusnya wajib bagi para pengendara untuk berhenti sejenak dan mendahulukan perjalanan kereta api,” katanya. Materi sosialisasi juga mengangkat ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Edukasi tersebut menekankan pentingnya mendahulukan perjalanan kereta api pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan. Keterlibatan komunitas railfans dalam kegiatan tersebut turut memperluas peran masyarakat dalam kampanye keselamatan perkeretaapian. Komunitas tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia perkeretaapian, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menyampaikan edukasi kepada pengguna jalan. Terkait efektivitas kegiatan, Fajar mengaku belum dapat memastikan dampaknya secara langsung. Namun, ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih tertib ketika berkendara di kawasan perlintasan sebidang. Menurutnya, sosialisasi keselamatan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat. Selain pemasangan atau pembentangan banner, edukasi dapat diperkuat melalui pembagian brosur, pemberian merchandise seperti gantungan kunci, hingga penyampaian informasi menggunakan pengeras suara. “Besar harapan saya setelah diadakannya sosialisasi ini dapat meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat dalam hal tertib berkendara di kawasan perlintasan sebidang,” ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, KAI Commuter bersama komunitas railfans mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan berhati-hati ketika melewati perlintasan sebidang. Keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan. Fajar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tertib ketika melintasi perlintasan sebidang. “Berhenti sejenak tidaklah sebanding dengan keselamatan yang bisa menjadi korban. Berhenti 2–3 menit tak sebanding dengan tak terhitungnya rasa sakit,” pungkasnya. Spektrum Kereta Api IndonesiaKereta Commuter IndonesiaKeselamatanKomunitas Pecinta Kereta ApiMalang KotalamaRailfansSosialisasi Perlintasan