Skip to content
biasmedia
biasmedia
  • DAUR
  • HAWA
  • SAMUDRA
  • SPEKTRUM
  • BIRD BULLETIN
biasmedia
biasmedia

The Blinders: Perjalanan Band Hardcore Lubuklinggau dari EP Perdana hingga Tur Jawa-Bali

Redaksi Biasmedia, April 14, 2026April 14, 2026

Dari kota kecil di Sumatera Selatan, The Blinders membuktikan bahwa semangat hardcore yang jujur dan agresif tak butuh panggung megah. Hanya dalam waktu kurang dari empat tahun, mereka telah merilis EP, menggelar tur Jawa-Bali sepanjang 2025, melewati fase pergantian personel, dan kini bersiap meluncurkan EP kedua pertengahan 2026. Inilah kegigihan yang tak bisa dipalsukan.

Lubuklinggau, Sumatera Selatan – Akhir 2022, lima anak muda asal Lubuklinggau memutuskan untuk tidak hanya berteriak dalam diam. Mereka membentuk The Blinders, sebuah unit hardcore yang sejak menit pertama mengusung satu misi: menuangkan realitas kehidupan sekitar ke dalam dentuman agresif yang tak kenal kompromi.

Di kota yang tak terlalu besar untuk ukuran scene musik nasional, mereka justru menemukan kekuatan. Bukan sekadar gaya atau gerakan panggung. The Blinders lahir dari hiruk-pikuk keseharian yang pahit, keras, tapi penuh semangat perlawanan. Dan itu terdengar jelas dalam setiap riff dan teriakan mereka.

Setahun setelah terbentuk, mereka melepas single promo. Tapi itu hanya pemanasan. Pada 2024, The Blinders mengguncang pendengar lewat EP perdana mereka yang berisi lima lagu. Direkam dengan energi mentah khas hardcore underground, EP itu sekaligus menjadi surat pernyataan: mereka serius mengambil panggung di kancah musik hardcore regional.

Tahun 2025 menjadi titik balik. The Blinders memutuskan keluar dari zona nyaman. Mereka menggelar tur besar meliputi beberapa wilayah dibawah ini:

  • Jawa Barat: Depok, Bogor, Bandung
  • Jawa Tengah: Semarang, Solo, Jogja
  • Jawa Timur: Malang, Banyuwangi
  • Final: Bali
Penampilan The Blinders saat Tour di Kota Malang – (doc.biasmedia)

Sebagai pendatang baru, tur sepanjang itu adalah taruhan besar. Tapi The Blinders membuktikan bahwa konsistensi lebih kuat dari sekadar popularitas sesaat. Mereka tidak sekadar main; mereka merasakan langsung denyut scene hardcore di setiap kota, berbagi panggung dengan kawan lama dan baru, serta mengikat tali yang kelak akan memperkuat gerakan mereka.

Usai tur, kebanyakan band akan beristirahat. The Blinders? Mereka langsung masuk ke ruang latihan. Buktinya, dua lagu terbaru dirilis dengan judul yang langsung menyita perhatian. 78116 merupakan trek pembuka sekaligus pernyataan identitas yang menandai dimulainya EP baru mereka. Sementara “Instinct” menjadi bukti bahwa musik mereka semakin tajam, matang, dan tetap liar. Lagu ini lahir dari pengalaman menghadapi dominasi palsu, omong kosong dan tekanan yang dikemas oleh label “senioritas”. Mereka pun mengakui secara terus terang: kedua lagu ini adalah pijakan menuju EP kedua yang direncanakan rilis pertengahan 2026.

Perjalanan The Blinders tidak sepenuhnya mulus, mereka juga harus melewati fase pergantian personel ditengah keseriusan mereka dalam penggarapan album. akan tetapi hal itu justru membawa perspektif segar dalam penulisan lagu dan dinamika panggung. The Blinders tidak berhenti; mereka beradaptasi, lalu bergegas untuk kembali menapaki perjalanan panjang karir mereka.

The Blinders bukan sekadar band hardcore asal Lubuklinggau. Mereka adalah contoh nyata bahwa musik keras lahir dari kejujuran, pergerakan, dan kegigihan yang tak kenal lelah. Di tengah hingar-bingar industri yang kerap mengukur kesuksesan dari angka streaming, The Blinders memilih jalan berbeda: tur, keringat, dan terus berkarya meski badai menerjang. 2026 akan menjadi tahun mereka.

Spektrum biasmediahardcoremusikunderground

Post navigation

Previous post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What's Next Event !

Recent Posts

  • The Blinders: Perjalanan Band Hardcore Lubuklinggau dari EP Perdana hingga Tur Jawa-Bali
  • Bukan Sekadar Idol: Sunflow Menyulutkan Api Lewat “Goddess of Fire”
  • DARI KENTONGAN KE SOUND HOREG: EVOLUSI TRADISI MEMBANGUNKAN SAHUR DI NUSANTARA
  • Ensiklopedia diatas Batu: Taksonomi Sebuah Peradaban Musik
  • Ensiklopedia diatas Batu: Saat Candi Borobudur Berubah Jadi Partitur Raksasa

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • May 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024

Categories

  • Bird Bulletin
  • Daur
  • Hawa
  • Samudra
  • Spektrum
  • Uncategorized
©2026 biasmedia | WordPress Theme by SuperbThemes