Skip to content
biasmedia
biasmedia
  • DAUR
  • HAWA
  • SAMUDRA
  • SPEKTRUM
  • BIRD BULLETIN
biasmedia
biasmedia

“Menolak Berhenti Adalah Pilihan” : 30 Tahun Perjalanan Terjal Antiphaty di Skena Punk Kota Malang

Redaksi Biasmedia, May 6, 2026May 6, 2026

MALANG — Tiga puluh tahun. Itu usia yang lumrah buat seorang bapak-bapak yang sudah mulai ngidam kursi goyang. Tapi buat band punk? Itu anomali. Itu perlawanan terhadap hukum alam skena independen yang biasanya mati muda—bubar karena ego, tenggelam karena kerja kantoran, atau diam-diam ganti haluan jadi pengamen akustik di kafe.

Februari 2027 mendatang, unit punk veteran asal Malang ini bakal menggelar konser akbar sekaligus perayaan 30 tahun. Tentu itu bukan pesta biasa yang dihiasi balon dan kue. Mereka memberinya tema: “Semangat Eksistensi dan Konsistensi”. dibaca: kami masih ada, dan kami masih ngegass

Mereka mulai ini semua benar – benar dari bawah. Demo tape 1997, ketika orang masih ribut mikirin reformasi, Antiphaty justru sibuk merekam suara gaduh di dalam kaset. Disusul W.A.R (1998), Under Control (1999), lalu kemudian menjalar ke Malaysia lewat split dengan Depress (1999). Belum genap tiga tahun berkarya, mereka sudah lintas negara. Perlu kalian ingat ya, Itu bukanlah pencapaian kecil di era tanpa media sosial dan streaming lur. guweendeng !!

Lalu apakah sempat vakum? Tidak. Antiphaty tidak kenal kata rehat. Memang ada jeda panjang antara awal 2000-an hingga 2015. Tapi itu bukan mati. Itu masa mereka menyusun napas. Buktinya? Up The Punk (2015) langsung disambut Desire Tour 28 kota, 4 bulan, lintas pulau dan dua negara tetangga.

Antiphaty saat perform dipanggung Malang Nominor Fest – (doc.biasmedia)

Terbaru, 2025, mereka merilis EP Beast The Bastard dan split dengan Criminal Assholes dari Bali. Masih keras. Masih jahanam. Seolah usia tak pernah jadi alasan untuk berhenti atau melambat. “Tiga puluh tahun bukan sekadar angka. Ini tentang bagaimana kami bertahan, terus berkarya, dan menjaga semangat punk itu sendiri agar tidak pernah padam. Jatuh bangun itu biasa. Tapi menolak berhenti adalah pilihan,” begitu pernyataan resmi dari Antiphaty.

Konser Februari 2027 nanti digadang-gadang sebagai ruang reuni bagi para pendengar lama—mereka yang dulu merekam Demo Tape 1997 ke kaset kosong dan menghafal lirik sambil nyetir motor bodong. Terahir, berkaitan dengan Informasi lokasi, band pendukung, dan tiket masih dirahasiakan. Katanya bakal diumumkan bertahap via media sosial. Yang jelas: kalau kamu pernah ngerasa skena punk itu sudah mati, Antiphaty hadir buat bilang sebaliknya.

Tiga puluh tahun. Mereka masih di sini dan Masih berisik. \m/

Spektrum antiphatybawah tanahbiasmediamusikpunkspiritunderground

Post navigation

Previous post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What's Next Event !

Recent Posts

  • “Menolak Berhenti Adalah Pilihan” : 30 Tahun Perjalanan Terjal Antiphaty di Skena Punk Kota Malang
  • Hardiknas 2026 Menjadi Alarm: BEM Nusantara Jawa Timur Tegaskan Komitmen Kawal Pendidikan
  • The Blinders: Perjalanan Band Hardcore Lubuklinggau dari EP Perdana hingga Tur Jawa-Bali
  • Bukan Sekadar Idol: Sunflow Menyulutkan Api Lewat “Goddess of Fire”
  • DARI KENTONGAN KE SOUND HOREG: EVOLUSI TRADISI MEMBANGUNKAN SAHUR DI NUSANTARA

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • May 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024

Categories

  • Bird Bulletin
  • Daur
  • Hawa
  • Samudra
  • Spektrum
  • Uncategorized
©2026 biasmedia | WordPress Theme by SuperbThemes