Gas Pol !! Primitive Chimpanzee Sukses Luncurkan Musik Video Ketiga (Metal Pret) Redaksi Biasmedia, February 8, 2026February 8, 2026 Dalam hiruk-pikuk industri musik yang serba cepat dan tren yang terus berkembang, bertahan selama tiga dekade adalah pencapaian yang luar biasa. Primitive Chimpanzee adalah salah satunya, legenda hidup yang tumbuh dari skena musik Underground Kota Malang. Mereka baru saja membuktikan konsistensinya dengan merilis video musik ketiga mereka untuk lagu Metal Pret. PCHC pada moment penggarapan MV Flesh Ripper (doc. biasmedia) Biasmedia – Primitive Chimpanzee, secara konsisten menunjukkan eksistensinya melalui penggarapan serangkaian video musik berkualitas dari album terbaru mereka (Makadam). Setelah sukses menghadirkan rentetan visual brutal sebelumnya untuk lagu “Flesh Ripper” dan “Makadam” di akhir 2025, mereka kembali mengguncang dengan merilis video musik untuk lagu Metal Pret pada hari (Sabtu, 07/02/2026) di kanal youtube resmi Primitive Chimpanzee. Di balik layar, keberhasilan dalam penggarapan MV ini adalah buah dari kolaborasi aktif dan dukungan luar biasa yang telah diberikan oleh rekan – rekan mereka. Agus Moron – gitaris PCHC, mengungkapkan bahwa ide awal ini justru muncul dari obrolan – obrolan santai. “Ini semua terjadi tanpa disengaja ya, berawal dari obrolan singkat diwarung kopi dengan beberapa teman. akhirnya kami putuskan untuk ‘oke, kita gas’,” tuturnya. Proses penggarapan pun dimulai melalui beberapa diskusi kecil tentang konsep dan pememilihan lagu. Primitive Chimpanzee bersama para kolega pada saat penggarapan MV (doc. biasmedia) Mifta sebagai perwakilan dari rekan – rekan DMS Crew, juga berpendapat demikian. Dirinya yang terlibat langsung mulai dari pembahasan awal hingga proses produksi, membeberkan bahwa prosesnya terhitung cepat tapi intens. “ya memang hanya ngobrol – ngobrol biasa awalnya, tiba – tiba aja menentukan konsep, milih lagu, iseng nentuin lokasi dan segala macemnya. Jadi mulai dari kita ngopi itu ya, sampek akhirnya eksekusi itu kira-kira hanya 1 – 2 bulan aja sih mas,” jelas Mifta. “Kami bener – bener terimakasih atas dukungan yang luat biasa dari para sponsor dan mungkin sekitar 50-an orang atau lebih… yang turut andil dan hadir bersama kami saat itu” tambahnya. Demikian juga dengan Agus, Ia dengan tegas menekankan bahwa pencapaian ini tak akan mungkin terwujud tanpa dukungan luar biasa yang telah diberikan oleh teman – teman, komunitas, dan sponsor yang hadir ditengah – tengah mereka. “Tentu kami tidak bisa sendiri, tanpa support dari rekan-rekan dan para sponsor yang mendukung penuh pasti ga akan terlaksana hingga titik ini. DMS CREW, teman-teman dari Al Wakul, Koreng Crew, sponsor-sponsor, mereka semua sangat luar biasa.” tandas Agus. Hampir sama dengan MV Flesh Ripper yang berkolaborasi dengan Komeng vokalis dari Serigala Malam, dalam MV ketiga ini para punggawa PCHC juga tidak sendirian. Mereka juga berkolaborasi dengan musisi lain yaitu Sahery Mulia dari Anorma yang dipercaya untuk mengisi riff – riff gitar yang sangat dinamis dan gahar didalam lagu metal pret tersebut. Keberhasilan penggarapan MV dari Primitive Chimpanzee ini juga tidak lepas dari sentuhan magis sang Director yaitu Rizky “Boncel”. Pria yang akrab disapa Boncel ini mengatakan bahwa ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi dirinya. “Seru ae yo mas, iki gwendeng sih..dengan waktu sing gak sampe 2 bulan kita menentukan konsep visual sedemikian rupa untuk tiga MV sekaligus, pokok e Singup Lop”. Ujar Boncel. Rizky Boncel saat mengarahkan langsung proses pembuatan MV PCHC (doc. biasmedia) Akar perjuangan Primitive Chimpanzee tertanam jauh di era 1990-an. Mereka telah melewati berbagai dinamika musik underground di Kota Malang. Mulai dari era kaset, kebangkitan perlahan komunitas di era online awal 2000-an, hingga tantangan menjaga konsistensi di tengah zaman yang terus berkembang saat ini. Bertahan dari dekade ke dekade hingga detik ini adalah perjuangan yang dibangun dengan penuh dedikasi tanpa kompromi. Teknologi yang terus berkembang nyatanya sangat berpengaruh pada pergerakan industri musik underground terlebih di Kota Malang. Andra sebagai penanggung jawab proses penggarapan MV Primitive Chimpanzee berpendapat, “Kalo kita amati ya, pergerakan skena di Malang ini mulai dari kisaran tahum 2023 hingga awal 2026 ini terbukti sangat signifikan. Banyak event – event besar yang sukses terselenggara, band – band lama yang kembali aktif, dan demikian juga band – band baru yang bermunculan dari berbagai genre. Tentu ini merupakan pergerakan yang positif,” tutur Andra. Dalam konteks ini, rilisan konsisten Primitive Chimpanzee berperan layaknya market leader dalam ekosistem —mereka menetapkan standar, menginspirasi generasi, dan membuktikan bahwa kesinambungan serta kualitas kreatif dapat diraih walaupun pergerakan itu dimulai dari lorong lorong sempit bawah tanah. Spektrum biasmediamusikprimitive chimpanzeeunderground