Skip to content
biasmedia
biasmedia
  • DAUR
  • HAWA
  • SAMUDRA
  • SPEKTRUM
  • BIRD BULLETIN
biasmedia
biasmedia

Rock In Solo 2025 : Edisi ke-XXI yang Penuh Aura Kegelapan

Redaksi Biasmedia, November 19, 2025November 19, 2025

Bayangkan, dari satu panggung kecil dengan tujuh band lokal pada 2004, sampai sekarang ini bisa datengin band – band underground papan atas berskala internasional. Perjalanan Rock In Solo (RIS) tuh kayak rollercoaster; penuh gejolak, bahkan sempat mati suri, tapi akhirnya bangkit lagi dengan energi yang lebih gila. Buat kalian para metalhead sejati, ini lebih dari sekadar festival; ini adalah rumah.

What’s the Hype?
Rock In Solo, atau yang akrab disapa RIS, adalah festival musik cadas legendaris yang bakal kembali mengguncang Surakarta. Event edisi spesial ke-21 bertajuk “Rock In Solo: XXI” ini menjanjikan dua hari moshpit dan headbanging yang nggak bakal terlupakan. Sebanyak 37 band, campuran dari nama-nama internasional dan pahlawan lokal terbaik, sudah siap menghajar panggung RIS pada 22-23 November 2025 nanti.

Who’s Ruling the Stage?
Ngomongin line-up, RIS 2025 bener-bener nggak main-main. Mereka datangkan Mayhem, pionir black metal dari Norwegia yang bener – bener jarang banget mereka main di Asia Tenggara. Belum cukup juga, ada lagi Belphegor (Austria) dengan death/black metal-nya yang cukup brutal, kemudian Stillbirth (Jerman) dengan menghadirkan nuansa deathcore menghentak yang sangat luar biasa, dan terahir yaitu Deeznuts (Australia) dengan rapcore-nya yang sangat atraktif dan liar. Tentunya, puluhan band lokal papan atas juga akan memeriahkan panggung ini.

Why RIS is a Big Deal?
RIS bukan cuma konser biasa. Dia adalah simbol ketahanan scene musik cadas di Indonesia. Lahir tahun 2004 dengan modal nekat dan panggung seadanya, RIS berkembang pesat. Puncaknya, di 2009 mereka mulai berani dan berhasil menghadirkan Line up internasional. Dalam perjalanannya pada tahun 2011-2012, RIS dihadiri sekitar 8,000 penonton dengan 33 band. Pencapaian ini terus meningkat sampai 2013-2015, di mana jumlah penonton nyampe 10,000 orang dan konsepnya berkembang jadi dua hari.

Tapi, perjalanan memang nggak selalu mulus ya. RIS sempat hiatus cukup lama, mati suri dari 2016 hingga 2021. Namun, semangat metalhead Indonesia yang nggak pernah padam itu telah membuatnya bangkit kembali pada 2022 dan membuktikan bahwa mereka masih jadi kekuatan yang diperhitungkan. Kembalinya RIS di 2025 untuk edisi ke-21 ini adalah bukti nyata kerja keras dan dukungan kalian semua.

How the Legacy Continues?
Memasuki edisi ke-21 yang sangat luar biasa ini, RIS membuktikan pada kita semua bahwa perjalanan panjang nan terjal Rockin Solo bukan sekadar angka. Ini adalah penanda kedewasaan dan ketahanan sebuah kolektifitas yang dibangun dari keterbatasan, tumbuh dalam tantangan, dan dipenuhi semangat pantang menyerah. RIS adalah perlawanan terhadap arus, dan akan selalu jadi rumah bagi siapapun penggemar musik cadas di Tanah air.

Gimana, nggak sabar kan ngerasain gegap gempita Rock In Solo XXI? Ini adalah momen bersejarah yang nggak boleh dilewatin buat kalian para pecinta musik Cadas. Buat yang udah dari dulu setia ngikutin, sampai yang baru mau nyobain, semuanya dipersilakan ya! Jangan lupa juga ikuti terus informasi terbaru dari biasmedia biar nggak ketinggalan update! Sampai ketemu di Benteng Vastenburg, Metalheads! \m/

Spektrum 2025bawah tanahbelphegorbiasmediamayhemmetalmusik cadaspop culturerock in solounderground

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What's Next Event !

The Latests

  • Cara Cek Apakah Email dan Password Kita Pernah Bocor di Internet (Cek Langsung di Sini!)
    by Mr Hecka
    August 11, 2026
    Belakangan ini, berita mengenai jutaan data penduduk atau pengguna aplikasi yang bocor dan diretas oleh...
  • Awas Manipulasi Transaksi: Saat Bukti Pembayaran Bank dan E-Wallet di Layar HP Tak Lagi Bisa Dipercaya
    by Mr Hecka
    August 9, 2026
    Bayangkan suasana kedai kopi yang ramai di sekitar kampus di Malang pada Jumat malam. Antrean...
  • Berkas Sejarah Hampir Berakhir di Tumpukan Sampah
    by Redaksi Biasmedia
    August 8, 2026
    Memungut selembar kertas dari tempat sampah dan menyimpannya selama 49 tahun dan ia percaya bahwa suatu saat bangsa ini akan membutuhkannya.
  • Rotan yang Mendamaikan: Di Balik Bilur, Masyarakat Tengger Menemukan Harmoni
    by Redaksi Biasmedia
    August 8, 2026
    Ujung hadir sebagai penegas: jika kita semua akan berakhir di tempat yang sama, lalu apa gunanya menyimpan permusuhan?
  • Sekolah Alam BSTC: Konservasi Penyu Menjadi Laboratorium Hidup
    by Redaksi Biasmedia
    July 25, 2026
    Di balik gemuruh ombak Pantai Bajulmati yang memecah hening pagi, ada sebuah ruang belajar tanpa dinding yang terus tumbuh dan bernapas.

Tetap Terhubung.

Daftarkan email Anda untuk menerima kurasi artikel, liputan pilihan, dan kabar terbaru langsung di kotak masuk Anda setiap bulan.

Mohon periksa kotak masuk atau folder spam Anda untuk mengonfirmasi langganan.

biasmedia

BiasMedia merupakan media independen yang menghadirkan berita, opini, cerita, dan perspektif mengenai lingkungan, budaya, masyarakat, serta isu-isu yang berdampak bagi kehidupan.

Rubrik

  • DAUR
  • HAWA
  • SAMUDRA
  • SPEKTRUM
  • BIRD BULLETIN

Ikuti Kami

info@biasmedia.id

© 2026 BiasMedia. All Rights Reserved.