Skip to content
biasmedia
biasmedia
  • DAUR
  • HAWA
  • SAMUDRA
  • SPEKTRUM
  • BIRD BULLETIN
biasmedia
biasmedia

Ratusan Tahun “Ghosting”, Burung Pelanduk Borneo Akhirnya Kembali!

Redaksi Biasmedia, December 31, 2025January 2, 2026

Bayangkan, sebuah spesies menghilang begitu saja dari peta bumi, bahkan sudah tercatat punah dan hanya menjadi cerita dalam buku-buku tua. Seketika muncul kembali seperti tidak terjadi apa-apa. Inilah kisah nyata Burung Pelanduk Kalimantan, sang “hantu” yang kembali dari ambang kepunahan setelah 172 tahun menghilang.

Burung Pelanduk Kalimantan (Black-browed Babbler), yang secara ilmiah bernama Malacocincla perspicillata, secara resmi telah ditemukan kembali setelah dinyatakan punah selama lebih dari satu setengah abad. Penemuan ini menggemparkan dunia ornitologi (ilmu burung) dan menjadi kisah konservasi paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir.

Penemu tak terduga adalah seorang warga lokal yang sedang berada di kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Temuan warga ini kemudian dilaporkan dan dikaji secara mendalam oleh para ahli burung. Hasil kajian mereka akhirnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi BirdingAsia edisi Oktober 2020.

Burung ini adalah spesies endemik asli Borneo, artinya hanya bisa ditemukan di pulau ini. Sejak pertama kali dipastikan menghilang pada kisaran tahun 1848, tidak ada satu pun catatan konfirmasi tentang keberadaannya. Hampir 172 tahun lamanya nasibnya menjadi misteri, membuat para ilmuwan mengira habitat asli Borneo telah kehilangan salah satu penghuni eksotiknya untuk selamanya.

Publikasi jurnal dengan judul “Missing for 170 years – The Rediscovery of Black-browed Babbler Malacocincla Perspicillata on Borneo” menjadi bukti nyata bahwa alam masih menyimpan misteri. Penemuan ini membuka babak baru untuk penelitian, pemantauan, dan upaya perlindungan terhadap burung kecil ini beserta habitatnya. Puluhan generasi pun telah berganti, kini ia Kembali dan memberi harapan baru.

Black-browed Babbler © Muhammad Rizky Fauzan

Kembalinya Burung Pelanduk Kalimantan bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah pengingat kuat bahwa keanekaragaman hayati kita yang luar biasa mungkin masih menyimpan banyak misteri selagi ekosistem tetap lestari. Kisah ini mengajarkan pada kita generasi muda, untuk tidak cepat menyerah dan selalu menjaga rasa ingin tahu. Selalu ada kemungkinan untuk “bangkit kembali,” baik dalam alam maupun dalam hidup, selama kita mau melestarikan dan mempercayai prosesnya.

“hilang belum tentu punah!”
Ingin baca lebih banyak kisah inspiratif dan fakta seru seputar alam, sains, dan isu terkini? Yuk, eksplorasi artikel lainnya hanya di biasmedia.id. Jangan lupa follow juga akun media sosial kami untuk update informasi yang up-to-date dan relate banget sama kamu!

Bird Bulletin biasmediabirdbirdbulletinbirdlife

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What's Next Event !

Recent Posts

  • Naskah Kala Retak: Yang Retak adalah Tumbuh mengangkat kegelisahan manusia modern
  • Ratusan Tahun “Ghosting”, Burung Pelanduk Borneo Akhirnya Kembali!
  • Governmentality: Regulasi Cukai sebagai Bentuk Biopolitik Modern
  • Pentas Budaya Brawijaya 2025 Sukses Digelar, Ratusan Penonton Padati UBTV Universitas Brawijaya
  • Pentas Budaya Brawijaya 2025: Siap Hadirkan Panggung Kreativitas untuk Mahasiswa Baru Diksasindo UB

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • May 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024

Categories

  • Bird Bulletin
  • Daur
  • Hawa
  • Samudra
  • Spektrum
  • Uncategorized
©2026 biasmedia | WordPress Theme by SuperbThemes