Skip to content
biasmedia
biasmedia
  • DAUR
  • HAWA
  • SAMUDRA
  • SPEKTRUM
  • BIRD BULLETIN
biasmedia
biasmedia

Naskah Kala Retak: Yang Retak adalah Tumbuh mengangkat kegelisahan manusia modern

Achmad Marzuqi Z, January 17, 2026March 16, 2026

Teater Tikom, salah satu divisi di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS Satrasia), kembali menghadirkan pementasan teater tahunan Marcapada Ganesha 2026. Tahun ini, pementasan tersebut mengangkat naskah berjudul Kala Retak: Yang Retak adalah Tumbuh, sebuah karya yang mencoba membaca kegelisahan manusia dan realitas sosial melalui bahasa teater yang simbolik dan reflektif.

Marcapada Ganesha merupakan ruang ekspresi seni yang dihadirkan sebagai bagian dari praktik kebudayaan mahasiswa. Tidak sekadar menampilkan pertunjukan, agenda ini juga menjadi medium dialog dan perenungan atas berbagai persoalan kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada penyelenggaraan keduanya, Marcapada Ganesha kembali menegaskan komitmen Teater Tikom untuk menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton berpikir dan merasakan.

Doc. by Biasmedia & PDD Marcapada Ganesha 2026

Naskah Kala Retak: Yang Retak adalah Tumbuh ditulis dan disutradarai oleh Rhaudotul Mubarok. Cerita disajikan secara non-linear dengan pendekatan fragmentaris dan simbolik. Pementasan ini tidak menawarkan alur cerita yang pasti atau pesan tunggal, melainkan membuka ruang tafsir yang luas bagi penonton. Dialog-dialog singkat, pengulangan adegan, serta penggunaan sunyi menjadi bagian dari cara naskah ini membangun suasana.

Tema utama naskah ini berangkat dari refleksi atas kondisi manusia hari ini yang hidup di tengah tuntutan kecepatan, produktivitas, dan kepastian. Dalam situasi tersebut, manusia kerap dihadapkan pada berbagai tekanan sosial dan nilai yang saling bertabrakan. Kala Retak mencoba memotret situasi itu tanpa menunjuk pihak tertentu, melainkan melalui gambaran kegelisahan yang bersifat kolektif dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Judul Kala Retak: Yang Retak adalah Tumbuh mengandung makna filosofis yang menjadi dasar penciptaan naskah. “Kala” dimaknai sebagai waktu yang terus bergerak dan menekan, sementara “retak” menggambarkan kondisi dunia yang tidak selalu berjalan utuh dan ideal. Namun, retak dalam naskah ini tidak diposisikan sebagai kegagalan. Retak justru dipahami sebagai proses yang memungkinkan refleksi dan pertumbuhan kesadaran.

Doc. by Biasmedia & PDD Marcapada Ganesha 2026

Pemilihan tema ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap realitas sosial-politik dan ekologis hari ini: krisis lingkungan, banalitas kekuasaan, manipulasi kebenaran, hingga manusia yang sibuk mencari validasi tetapi kehilangan nurani. Naskah ini mencoba mengajak penonton untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan hiruk-pikuk informasi, lalu menengok kembali posisi manusia dalam relasi dengan waktu, kebenaran, dan sesama. Politik dalam pementasan ini tidak dihadirkan secara eksplisit, tetapi hadir melalui relasi kuasa, bahasa, dan sikap-sikap keseharian yang sering kali tidak disadari.

Doc. by Biasmedia & PDD Marcapada Ganesha 2026

Sutradara menyampaikan bahwa pementasan ini tidak bertujuan memberikan jawaban pasti. “Naskah ini tidak mengarahkan penonton pada satu kesimpulan. Yang ingin dihadirkan adalah pengalaman dan ruang berpikir,” ungkapnya. Karena itu, penonton diajak untuk aktif menafsir dan membawa pulang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin belum selesai.

Melalui Marcapada Ganesha 2026, Teater Tikom dan HMPS Satrasia kembali menghadirkan teater sebagai medium refleksi dan dialog kebudayaan. Pementasan Kala Retak: Yang Retak adalah Tumbuh diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan antara karya seni dan penonton, serta membuka percakapan tentang kemanusiaan di tengah dunia yang terus berubah.

Referensi Naskah

Spektrum biasmediabudayaHMPS SatrasiaKala Retak: Yang Retak adalah TumbuhMarcapada Ganesha 2026SpektrumTeater TikomUnikama

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What's Next Event !

Recent Posts

  • DARI KENTONGAN KE SOUND HOREG: EVOLUSI TRADISI MEMBANGUNKAN SAHUR DI NUSANTARA
  • Ensiklopedia diatas Batu: Taksonomi Sebuah Peradaban Musik
  • Ensiklopedia diatas Batu: Saat Candi Borobudur Berubah Jadi Partitur Raksasa
  • Lebih dari Sekedar Acara Musik: Malang Violance adalah Wujud Nyata Kolektifitas
  • Gas Pol !! Primitive Chimpanzee Sukses Luncurkan Musik Video Ketiga (Metal Pret)

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • May 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024

Categories

  • Bird Bulletin
  • Daur
  • Hawa
  • Samudra
  • Spektrum
  • Uncategorized
©2026 biasmedia | WordPress Theme by SuperbThemes