Pentas Budaya Brawijaya 2025 Sukses Digelar, Ratusan Penonton Padati UBTV Universitas Brawijaya Achmad Marzuqi Z, December 7, 2025January 14, 2026 Malang — Pentas Budaya Brawijaya (PBB) 2025 telah sukses dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025 di UBTV Universitas Brawijaya. Acara tahunan yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksasindo) ini berhasil menarik perhatian sekitar 400–500 penonton yang terdiri atas mahasiswa serta masyarakat umum. Antusiasme penonton terlihat sejak awal acara hingga akhir pementasan, menandakan besarnya minat terhadap kegiatan seni dan budaya di lingkungan kampus. Doc. by PDD PBB 2025 & Bias Media Rangkaian pementasan dibuka dengan Tari Parang Barong yang tampil energik dan penuh makna, menghadirkan nuansa tradisi sekaligus semangat kebersamaan. Setelah itu, penonton disuguhkan pertunjukan Sendratasik berjudul Opera Tetangga, yang menggabungkan unsur seni peran, musik, dan tari dalam satu sajian dramatik yang menarik. Penampilan para mahasiswa, khususnya dari angkatan 2025, menuai banyak apresiasi karena menunjukkan potensi besar dan kualitas artistik yang menjanjikan. Sutradara Pentas Budaya Brawijaya 2025, Wiarsya Humam Adi, mengungkapkan rasa bahagianya atas terselenggaranya acara ini.“Sebagai sutradara, aku sangat-sangat senang, terutama melihat talenta-talenta dari angkatan 25 yang menurutku menakjubkan. Mereka sebenarnya tinggal dipoles saja. Meski prosesnya cukup sulit karena harus membagi waktu dengan pekerjaan, semuanya terbayar lunas,” ujarnya. Ia juga berharap PBB tahun depan bisa lebih baik, lebih meriah, dan semakin mempererat keakraban antarangkatan di Diksasindo. “Esensi PBB itu sendiri adalah mengakrabkan diri di Diksas,” tambahnya. Asisten Sutradara, Shelly Nurfatul Laila, turut menyampaikan kebanggaannya.“Kesannya sangat bangga dan bersyukur bisa menjadi astrada. Aku jadi tahu potensi-potensi anak Diksas baru, khususnya angkatan 25. Semoga PBB tahun depan bisa lebih baik lagi dan semakin sukses,” tuturnya. Doc. by PDD PBB 2025 & Bias Media Ketua Pelaksana Pentas Budaya Brawijaya 2025, Lutivah Mirza Kaaristina, mengaku bahwa tanggung jawab yang diemban cukup berat karena perannya bukan hanya sebagai ketua pelaksana, tetapi juga pimpinan produksi.“PBB ini acara besar, jadi urusanku bukan cuma divisi sendiri, tapi juga bagaimana mengomunikasikan tim produksi dengan tim pengkaryaan. Meski berat, aku sangat bahagia dan enjoy karena ditemani teman-teman produksi yang luar biasa. Lingkungannya yang membuat semuanya terasa menyenangkan, walaupun ada sedikit tekanan mental,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Himaprodi Diksasindo 2025, Maulana Fardan Al-Hamdi, berharap PBB dapat menjadi media yang bermanfaat bagi mahasiswa baru.“PBB ini semoga berguna untuk mahasiswa baru, terutama angkatan 2025 yang jumlahnya besar dan potensinya luar biasa. Harapannya, selain untuk pembelajaran seperti apresiasi drama dan puisi, PBB juga bisa menjadi sarana mengakrabkan mereka,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa PBB tahun ini sangat menyenangkan dan mendapat banyak pujian, bahkan dari mahasiswa prodi lain. Doc. by PDD PBB 2025 & Bias Media Dengan terselenggaranya Pentas Budaya Brawijaya 2025, Diksasindo Universitas Brawijaya kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan kreativitas, seni, dan kebersamaan mahasiswa. Acara ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi budaya, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kerja sama, dan keakraban antar mahasiswa lintas angkatan. Spektrum biasmediaDiksasindo UBOpera TetanggaPBB 2025Pementasan seni mahasiswaPentas Budaya Brawijaya 2025SendratasikSpektrumUniversitas Brawijaya